Minggu, 06 Februari 2011

PESTISIDA TIDAK LAGI UNTUK LINGKUNGANKU

                                                                                                                  
Usaha peningkatan produksi pertanian tidak hanya dilakukan melalui pemupukan tetapi juga melalui upaya perlindungan tanaman agar tanaman bebas dari serangan hama penyakit. Untuk pemberantasan hama tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan berbagai jenis zat kimia yang disebut dengan pestisida.Pestisida adalah bahan kimia yang biasanya digunakan oleh para petani untuk membunuh hama yang menyarang tanamannya.Contohnya adalah insektisida,herbisida ,fungisida, dan lain-lain. Meskipun demikian,baik disadari maupun tidak ternyata pestisida ternyata pestisida juga merusak keseimbangan ekosistem.Pada kenyatannya pestisida yang digunakaan untuk membunuh hama menyebar kelingkungan sekitar dan meracuni mikroba,jamur,hewan lainya (bukan hama),tumbuhan, tanah dan menggangu kesehatan manusia.
.Dampak negatif ini akan terus terjadi seandainya kita tidak hati-hati dalam memilih jenis dan cara penggunaannya. Adapun dampak negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan pestisida diantaranya :
Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun, dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut termasuk manusia. Secara tidak langsung dan tidak sengaja, tubuh mahluk hidup itu telah tercemar pestisida. Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut daripada sang ibu. Zat beracun ini akan pindah ke tubuh bayi lewat air susu yang diberikan. Dan kemudian racun ini akan terkumpul dalam tubuh bayi (bioakumulasi).
 Pestisida yang tidak dapat terurai akan terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem biota air (kehidupan air). Konsentrasi pestisida yang tinggi dalam air dapat membunuh organisme air diantaranya ikan dan udang. Sementara dalam kadar rendah dapat meracuni organisme kecil seperti plankton. Bila plankton ini termakan oleh ikan maka ia akan terakumulasi dalam tubuh ikan. Tentu saja akan sangat berbahaya bila ikan tersebut termakan oleh burung-burung atau manusia. Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah turunnya populasi burung pelikan coklat dan burung kasa dari daerah Artika sampai daerah Antartika. Setelah diteliti ternyata burung-burung tersebut banyak yang tercemar oleh pestisida organiklor yang menjadi penyebab rusaknya dinding telur burung itu sehingga gagal ketika dierami. Bila dibiarkan terus tentu saja perkembangbiakan burung itu akan terhenti, dan akhirnya jenis burung itu akan punah.
 dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah:
1.Mengganti pestisida yang non biodegradasi menjadi pestisida yang biodegradasi sehingga, sisa-sisa pestisida di alam akan dengan mudah dinetralisasikan menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tumbuhan.Cara kedua adalah dalam penggunaan, sebaiknya dilakukan sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam list produk, sehingga penggunaan yang berlebih dapat dicegah.
2. Memberikan penyuluhan mengenai bahaya pestisida terhadap pengguna, terutama petani,
melalui penyuluh pertanian di desa-desa, mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh pestisida.
 3.Mencuci serta mengisolasi daerah-daerah yang telah jenuh dengan.Polutan pestisida ini untuk beberapa waktu tertentu, sampai kondisi lingkungan menjadi netral. Hal ini karena sifat dari
ekosistem yang mampu menyehatkan kembali berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh pestisida.Cara . Cara ini biasanya dilakukan dipengolahan limbah atau industri besar yang mempunyai bahan dasar turunan dari pestisida. 
Semoga dengan adanya pencegahan itu dapat mengurangi pencemaran akibat penggunaan pestisida.  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar